<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Iman Musaman</title>
	<atom:link href="http://papapiman.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://papapiman.wordpress.com</link>
	<description>Catatan - Catatan Iman</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Oct 2009 17:13:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='papapiman.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Iman Musaman</title>
		<link>http://papapiman.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://papapiman.wordpress.com/osd.xml" title="Iman Musaman" />
	<atom:link rel='hub' href='http://papapiman.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Berdamai Dengan Ketidaksempurnaan : Sebuah Kisah Tentang Rasa Marah</title>
		<link>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/08/berdamai-dengan-ketidaksempurnaan-sebuah-kisah-tentang-rasa-marah/</link>
		<comments>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/08/berdamai-dengan-ketidaksempurnaan-sebuah-kisah-tentang-rasa-marah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 01:22:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>papapiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papapiman.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Catatan: Tulisan dibawah ini ditulis oleh Amril Taufik Gobel, tetangga dan kawan saya di Cikarang. Pernah dipublikasikan di situs blog Kompas, Kompasiana dot com Selamat Membaca.. ============================= Yang Paling saya tahu tentang Marah adalah, dia lebih banyak melukai diri sendiri ketimbang orang yang kita marahi &#8211; Oprah Winfrey, Pembawa acara TV Terkenal (dikutip dari Majalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=38&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Catatan:</strong><br />
Tulisan dibawah ini ditulis oleh <a href="http://www.daengbattala.com" target="_blank">Amril Taufik Gobel</a>, tetangga dan kawan saya di Cikarang. Pernah dipublikasikan di situs blog Kompas, <a href="http://public.kompasiana.com/2009/01/03/berdamai-dengan-ketidaksempurnaan-sebuah-kisah-tentang-rasa-marah/" target="_blank">Kompasiana dot com</a><br />
Selamat Membaca..<br />
=============================</p>
<p><em><img class="alignleft" style="float:left;width:236px;height:148px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://images.amriltgobel.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SV5h3goKCmoAAA@ie2g1/marah2.jpg?et=NF1gLIhu93UcpNjuJDGYMw&amp;nmid=0" border="0" alt="" width="256" height="162" />Yang Paling saya tahu tentang Marah adalah, dia lebih banyak melukai diri sendiri ketimbang orang yang kita marahi </em></p>
<p><strong>&#8211; Oprah Winfrey, Pembawa acara TV Terkenal (dikutip dari Majalah Intisari Maret 2007)</strong></p>
<p>Kejadian 12 tahun silam itu masih membekas di ingatan.</p>
<p>Dari tempat kos di Cawang, saya bermaksud menumpang Metromini ke Mall Kalibata untuk membeli buku.</p>
<p>Matahari bersinar sangat terik waktu itu. Rasanya ubun-ubun kepala bagai terbakar. Saya merutuk kesal lupa membawa topi yang sudah saya siapkan sebelumnya dikamar kos.<span id="more-38"></span></p>
<p>Saat akan turun, terjadilah musibah itu.   Bis yang saya tumpangi itu melaju kencang sebelum kaki saya benar-benar menapak kokoh dijalan. Tak ayal saya pun jatuh terguling-guling diatas aspal. Masih untung, saya memiliki &#8220;peredam kejut&#8221; yang lumayan mumpuni berupa bokong yang padat montok sehingga ketika tubuh jatuh berdebum di aspal tidak terlalu menghasilkan akibat yang parah.</p>
<p>Tapi tetap saja sakit.</p>
<p>Celana Jeans saya kotor dan ditambah rasa malu bukan main disaksikan sejumlah orang yang berada di depan mall.</p>
<p>Kemarahan saya seketika memuncak. Saya lalu berlari mengejar Metromini itu yang kebetulan sedang berjalan pelan karena tepat didepannya ada pintu perlintasan kereta api.   Akhirnya saya berhasil naik ke atas metromini dan langsung menuju tempat pengemudi berada.</p>
<p>Dengan geram saya langsung mencengkram kerah kaos kumal supir yang berperawakan lebih kecil dari saya itu seraya menatap tajam kepadanya. Sang kondektur mencoba membantu tapi ia tidak berani ketika saya sudah memasang kuda-kuda untuk menghajarnya bila ia mau mendekat. Saya telah siap menerapkan ilmu beladiri yang pernah saya pelajari untuk mengantisipasi segala kemungkinan terburuk. Termasuk resiko bila dikeroyok.</p>
<p>Sang supir sangat ketakutan. Saya lalu melontarkan sejumlah makian pedas dan sumpah serapah terhadapnya telah memperlakukan penumpang secara tidak manusiawi, masih untung saya—lelaki muda, kekar dan sehat <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  —yang jadi korban, bagaimana jika seorang ibu hamil, anak-anak atau orang cacat yang mengalami nasib serupa?.Bukankah hasinya akan lebih fatal?.</p>
<p>Berkali-kali si supir menyampaikan permohonan maaf dengan suara lirih. Ia menyatakan sedang mengejar setoran sehingga buru-buru menekan pedal gas sebelum saya betul-betul menjejakkan kaki dengan sempurna.Hampir saja tinju saya melayang ke wajahnya ketika beberapa orang penumpang datang melerai. Saya turun dari Metromini dengan rasa puas telah melampiaskan kemarahan. Saat bis itu bergerak maju, saya masih sempat menendang bumper belakang bis dengan gemas.</p>
<p>Saya memutuskan untuk membatalkan niat saya ke toko buku. Dengan kondisi celana kotor dan rasa sakit di bagian punggung serta bokong, maka pilihan terbaik adalah kembali ketempat kos, menenangkan diri sekaligus beristirahat. Sudah hilang “mood” saya mencari buku hari itu.</p>
<p>Sebelum tiba ke tempat kos, saya mampir sejenak di wartel terdekat. Menelepon orang tua saya di Makassar .</p>
<p>Di telepon, saya menceritakan apa yang baru saja saya alami pada ayah. Berapi-api dan penuh semangat, juga sekaligus menunjukkan “legitimasi” dan kebanggaan bahwa putra sulungnya yang merantau jauh ini berhasil “menaklukkan” Jakarta dengan menundukkan supir metromini yang ceroboh. Ayah hanya mendengarkan saya <span style="font-style:italic;">nyerocos</span> panjang ditelepon.</p>
<p>“Kamu belum bisa menjadi seorang pemimpin yang baik, bahkan untuk dirimu sendiri sekalipun,” suara bariton ayah tiba-tiba terasa menikam hati begitu tajam di ujung telepon.</p>
<p>Saya melongo.</p>
<p>Tak menduga malah mendapat tanggapan mengejutkan seperti ini.</p>
<p>“Kualitas kepemimpinanmu berada di level paling rendah, karena kamu tak mampu mengendalikan amarah. Camkan itu,” tegas ayah saya lagi.</p>
<p>Saya mencoba berapologi bahwa apa yang saya lakukan tadi adalah bagian dari upaya saya untuk memberikan pelajaran pada sang supir Metromini untuk lebih berhati-hati, agar kejadian fatal serupa tidak terjadi lagi pada orang lain. Cukuplah saya saja yang jadi korban.</p>
<p>“Tindakanmu sudah benar,” kata ayah,”tapi coba kamu pikir bagaimana bila kamu melakukannya dengan cara yang berbeda, bukan dengan cara koboi yang seperti kamu lakukan tadi?”,</p>
<p>“Cara berbeda? Maksudnya, Pa?” tanya saya kebingungan.</p>
<p>Saya mendengar helaan nafas panjang ayah saya diujung telepon.</p>
<p>“Kamu tetap mengejar dan menemui supir tadi lalu mengingatkannya—dengan kalimat yang lembut, bukan dengan rasa marah—bahwa tindakannya salah dan lebih berhati-hati dikemudian hari. Buka hatimu lebar-lebar dan cobalah berdamai dengan ketidaksempurnaan. Boleh jadi supir tadi mengejar setoran yang ditargetkan untuk biaya makan anak istrinya sehingga mesti buru-buru mencari penumpang lebih banyak atau supir tadi tidak mendengar aba-aba kondekturnya kamu mau turun atau ia sedang berada dalam fikiran yang kalut sehingga tak bisa berkonsentrasi penuh saat menurunkanmu sebagai penumpang, atau justru begini, coba kamu evaluasi kembali cara turunmu dari bis tadi, apakah sudah benar?. Dengan memahami ketidaksempurnaan yang terjadi pada supir itu dan pada kamu sendiri, tak akan ada alasan bagimu untuk marah begitu rupa”, tutur ayah saya panjang lebar di ujung telepon.</p>
<p>Saya menggigit bibir.</p>
<p>Tapi jiwa muda saya memberontak, bagaimanapun saya tetap beranggapan, mesti dilakukan sebuah tindakan yang drastis serta sedikit anarkis, untuk menyadarkan tindakan ceroboh yang dilakukan oleh supir tadi.</p>
<p>“Kamu sudah sholat Dhuhur belum?” tanya ayah lembut, beliau seperti tahu apa yang sedang bergolak di batin saya .</p>
<p>“Belum,” sahut saya pelan.</p>
<p>“Coba kamu sholat Dhuhur dulu dikamar kos. Semoga dengan begitu, amarah yang melanda hatimu segera reda. Setan selalu berada didekat orang-orang marah. Telepon Papa lagi kalau kamu masih belum bisa tenang,” ujar ayah saya.</p>
<p>Setelah menutup telepon dan membayar biaya wartel, saya kembali ke kamar kos menunaikan sholat Dhuhur.</p>
<p>Diatas sajadah, usai sholat, saya menangis tertahan. Pelupuk mata saya basah dan dada disesaki keharuan mendalam.</p>
<p>Rasa sesal menyelinap perlahan dari hati. Saya segera memohon ampun kepada Allah SWT atas kelalaian yang telah saya lakukan tadi. Emosi telah menguasai pikiran dan hati saya sehingga mengabaikan kesadaran untuk melakukan hal yang lebih rasional.</p>
<p>Ketika itu terjadi, tak ada satu pilihanpun dalam fikiran saya, kecuali membalas dan melampiaskannya. Rasa marah yang saya alami pada akhirnya menutup semua kemungkinan pilihan yang bisa saya raih seperti ketika saya tidak sedang marah.</p>
<p>Bila kemudian tadi saya berhasil memukul sang supir, se-“benar” apapun alasan tindakan saya, tetap saja faktanya saya telah menganiaya seseorang dan itu sudah melanggar hukum. Beruntunglah, Allah SWT masih melindungi saya dari tindakan konyol yang kontraproduktif itu.</p>
<p>Filsuf besar Yunani Aristoteles pernah mengatakan “Siapapun bisa marah, tetapi marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik, bukanlah hal yang mudah”.</p>
<p>Saya memahami makna dari nasehat ayah saya : Bila marah cobalah berdamai dengan ketidaksempurnaan. Kesempurnaan manusia justru berada pada ketidaksempurnaannya. Persoalannya—seperti kata Aristoteles—adalah tak mudah “mengelola” rasa marah yang “baik dan benar”.</p>
<p>Ujian pengendalian diri tidak selamanya kita dapatkan pada saat kondisi yang damai dan tenang. Kemarahan senantiasa mengandung emosi aktif untuk mendorong orang segera melakukan tindakan dengan mengabaikan logika.</p>
<p>Diane Tice, Psikolog dari Case Western University pernah meneliti strategi seseorang menurunkan amarah seperti menyendiri, mendengarkan music, berjalan kaki, berolahraga dan relaksasi. Sementara Nabi Muhammad SAW menyatakan sebuah tips berharga :”Kalau kamu sedang marah padahal kamu berdiri, cobalah duduk, Kalau belum reda, cobalah berbaring atau mengambil air wudhu”.</p>
<p>Krisis financial global yang melanda dunia saat ini dan telah berimbas pada negeri kita seperti merebaknya PHK dan tutupnya sejumlah pabrik karena kehilangan order serta naiknya harga bahan-bahan kebutuhan pokok, tak urung menyuburkan situasi seseorang menjadi lebih mudah marah. Belum lagi Pesta Demokrasi yang akan kita selenggarakan tahun ini turut menambah ketegangan dan kerapkali memicu rasa marah.</p>
<p>Saya ingin membagi sebuah kisah menarik yang ditulis oleh Suryana Abdurrauf berjudul “Menahan Marah” yang saya kutip dari Buku Kumpulan Hikmah Republika “Pahala Itu Ibadah” (Penerbit Republika,2005).</p>
<p>Suatu Hari Rasulullah SAW bertamu ke rumah Abu Bakar Shiddiq. Ketika sedang bercengkrama, tiba-tiba datang seorang Arab Badui menemui Abubakar dan langsung mencelanya. Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu. Namun Abubakar tidak menghiraukannya. Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah. Melihat hal ini Rasulullah tersenyum.</p>
<p>Kemudian orang Arab Badui itu kembali memaki Abubakar. Kali ini makian dan hinaannya lebih kasar. Namun dengan keimanan yang kokoh serta kesabarannya, Abubakar tetap membiarkan orang tersebut. Rasulullah kembali memberikan senyum,</p>
<p>Semakin marahlah orang Arab Badui ini. Untuk ketiga kalinya ia mencerca Abubakar dengan makian yang lebih menyakitkan. Kali ini, sebagai manusia biasa yang memiliki hawa nafsu, Abubakar tak dapat menahan amarahnya. Dibalasnya makian orang Arab Badui itu dengan makian pula. Terjadilah perang mulut. Seketika itu Rasulullah beranjak dari tempat duduknya. Ia meninggalkan Abubakar tanpa mengucapkan salam.</p>
<p>Melihat hal ini, Abubakar sebagai tuan rumah tersadar dan menjadi bingung. Dikejarnya Rasulullah yang sudah sampai ke halaman rumah. Kemudian Abubakar berkata: “Wahai Rasulullah, janganlah Anda biarkan aku dalam kebingungan yang sangat. Jika aku berbuat kesalahan, tolong jelaskan kesalahanku”.</p>
<p>Rasulullah menjawab:”Sewaktu ada seorang Arab Badui datang lalu mencelamu, dan engkau tidak menanggapinya, aku tersenyum karena banyak malaikat disekelilingmu yang akan membelamu dihadapan Allah. Begitupun, yang kedua kali ketika ia mencelamu dan engkau tetap membiarkannya, maka para Malaikat semakin bertambah jumlahnya. Oleh sebab itu, aku tersenyum kembali. Namun ketika yang ketiga ia mencelamu dan engkau menanggapinya lalu membalasnya, maka seluruh Malaikat pergi meninggalkanmu. Karena Iblis hadir disisimu. Oleh karena itu aku tak ingin berdekatan dengannya dan aku tidak memberikan salam kepadanya”.</p>
<p>Sungguh ini sebuah pelajaran berharga bagi kita semua untuk tetap memelihara hati dan jiwa kita dari rasa amarah. Dunia akan menjadi lebih baik dan tenteram bila setiap orang dapat mengendalikan rasa marahnya serta pada akhirnya kita akan dapat mencari solusi atas setiap persoalan dengan jernih dan elegan.</p>
<p><a href="http://qitori.wordpress.com/2007/10/23/kemarahan-membangkitkan-fantasi/">Sumber Gambar</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/papapiman.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/papapiman.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/papapiman.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/papapiman.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/papapiman.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/papapiman.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/papapiman.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/papapiman.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/papapiman.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/papapiman.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/papapiman.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/papapiman.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/papapiman.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/papapiman.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=38&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/08/berdamai-dengan-ketidaksempurnaan-sebuah-kisah-tentang-rasa-marah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c809b12675af746d660786bde5bb4489?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">papapiman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.amriltgobel.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SV5h3goKCmoAAA@ie2g1/marah2.jpg?et=NF1gLIhu93UcpNjuJDGYMw&#38;nmid=0" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kebahagiaan Yang Paling Indah Adalah Ketika Karya Kita Dicuri Orang</title>
		<link>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/08/kebahagiaan-yang-paling-indah-adalah-ketika-karya-kita-dicuri-orang/</link>
		<comments>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/08/kebahagiaan-yang-paling-indah-adalah-ketika-karya-kita-dicuri-orang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 00:54:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>papapiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papapiman.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[To be continue&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=36&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>To be continue&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/papapiman.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/papapiman.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/papapiman.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/papapiman.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/papapiman.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/papapiman.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/papapiman.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/papapiman.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/papapiman.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/papapiman.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/papapiman.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/papapiman.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/papapiman.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/papapiman.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=36&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/08/kebahagiaan-yang-paling-indah-adalah-ketika-karya-kita-dicuri-orang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c809b12675af746d660786bde5bb4489?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">papapiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buat Para Ayah Yang Menyimpan Resah Dengan Senyum Merekah</title>
		<link>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/08/buat-para-ayah-yang-menyimpan-resah-dengan-senyum-merekah/</link>
		<comments>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/08/buat-para-ayah-yang-menyimpan-resah-dengan-senyum-merekah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 00:52:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>papapiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papapiman.wordpress.com/2009/10/08/buat-para-ayah-yang-menyimpan-resah-dengan-senyum-merekah/</guid>
		<description><![CDATA[Catatan: Tulisan dibawah ini saya ambil dari tulisan kawan dan tetangga saya di Cikarang, Amril Taufik Gobel (www.daengbattala.com) ================================== KEJADIAN disuatu siang beberapa minggu lalu yang saya alami saat menumpang taksi dari kantor di kawasan Lebak Bulus menuju workshop di Cakung sungguh sangat membekas dihati. Dering suara handphone sang supir seketika membangunkan saya dari lelap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=35&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font:12px/18px verdana;color:#333333;"> </span></p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;" align="center"><strong>Catatan:</strong></p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;" align="center">Tulisan dibawah ini saya ambil dari tulisan kawan dan tetangga saya di Cikarang, Amril Taufik Gobel (www.daengbattala.com)</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;" align="center">==================================</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;" align="center">
<img style="margin:0;padding:0;" src="http://daengbattala.com/wp-content/uploads/2008/09/papakikialya-2.jpg" alt="papakikialya-2" /></p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">KEJADIAN disuatu siang beberapa minggu lalu yang saya alami saat menumpang taksi dari kantor di kawasan Lebak Bulus menuju workshop di Cakung sungguh sangat membekas dihati. Dering suara handphone sang supir seketika membangunkan saya dari lelap tidur.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">“Ya, Ma? Ada apa? Papa lagi nyetir nih,” kata sang supir taksi yang memegang handphone di tangan kanan dan kemudi di tangan kiri.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">“Apa? Susu si Nisa sudah habis? Kan’ baru kemarin dibeli?. Iya..ya..tiga hari lalu. Tapi kok cepat amat sih habisnya,Ma?. Biasanya kan’ sekaleng itu bisa buat seminggu?,” sahut si supir menjawab panggilan telepon dan berusaha tidak kehilangan konsentrasi mengemudi.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Saya pura-pura tidak memperhatikan dengan membuang pandangan ke arah samping. Ruas tol Jakarta Outer Ring Road cukup sepi saat itu. Tak banyak kendaraan yang berlalu lalang disana.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">“Iya, Ma. Sabar. Nanti Papa beliin setelah kembali dari Pool malam ini,” ujar sang supir akhirnya. Helaan nafas panjang terdengar saat ia menutup telepon.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Menyadari saya memperhatikannya, sang supir mendadak berbalik ke belakang ditempat saya duduk. Raut penyesalan terlihat di wajahnya.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">“Maaf ya pak, jadi terganggu tidurnya,”kata si supir santun,”Ini nih anak saya cepat banget minum susunya. Masa’ baru tiga hari lalu dibeli udah habis?. Moga-moga setoran kali ini bisa cukup beli sekaleng”.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;"><span id="more-35"></span></p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Saya tersenyum dan mengangguk mafhum. Sang supir balas tersenyum getir.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Sebagai sesama ayah, saya paham keresahan yang ia alami.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Ingatan saya mendadak melayang ke sebuah peristiwa 17 tahun silam, di meja makan ruang keluarga kami di <a href="http://daengbattala.com/?p=39">Perumteks.</a> Dihadapan saya duduk ayah dengan mata menyala. Saat itu saya mengemukakan keinginan saya untuk membayar SPP sendiri dari hasil honorarium penulisan yang saya terima dari sejumlah media cetak lokal di Makassar. Sekitar 6 bulan saya menabung dan hari itu dengan bangga saya mengungkapkan keinginan itu didepan ayah.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">“Dengar ya nak. Walaupun kamu sudah bisa bayar ongkos pete-pete (angkot) sendiri ke kampus dan sekarang mau bayar uang SPP dari hasil kerja kerasmu menulis di koran, kamu tetap menjadi tanggung jawab ayah untuk menyekolahkanmu sampai selesai. Meski ayahmu ini hanya pegawai negeri berpenghasilan kecil, tapi ayah tetap berusaha melakukan yang terbaik demi membiayai kamu dan adik-adikmu bersekolah. Camkan itu!,” kata ayah dengan suara bergetar.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Saya tertunduk dan menggigit bibir.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Tak pernah terbersitpun niat dihati saya untuk melukai hati ayah seperti ini. Keinginan saya tak lain adalah berusaha membantu orang tua dengan menggunakan uang tabungan saya dari hasil menulis untuk membayar SPP.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Bagi saya, itu adalah sebuah kebanggaan dan kehormatan membayar uang kuliah dari hasil keringat sendiri. Saya tak menyangka, ayah justru merasa tersinggung karena soal ini.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Mendadak ayah bangun dari tempat duduk dan memeluk saya erat-erat. Keharuan terasa meruap diudara.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">“Ayah bangga padamu, nak,” ucap ayah saya lirih ditelinga, “tapi tolong, biarkan ayah yang bayar SPP-mu sebagai bentuk tanggung jawab orangtua untuk anaknya. Kalau ongkos pete-pete ke kampus, silahkan kamu bayar pakai duit hasil kerja kerasmu menulis di koran. Ayah tak akan halang-halangi itu”.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Saya memandang wajah ayah yang teduh. Sudut mata <a href="http://daengbattala.com/?p=10">lelaki panutan yang tak pernah letih mencatat kenangan itu </a>basah oleh airmata. Beliau memeluk saya lagi lebih erat.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">“Kelak, ketika kamu jadi ayah, nak. Kamu akan mengerti ini,” ujar ayah saya lembut. Dada saya seketika disesaki keharuan mendalam.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Lamunan saya buyar saat si supir taksi menceritakan betapa susahnya mendapatkan setoran yang “cukup layak” dibawa pulang untuk biaya makan anak dan isteri di zaman yang makin susah ini. Kerapkali ia terpaksa ngutang pada rekan sekerja.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">“Tapi bila sampai dirumah, saya tetap berusaha tampil gembira dan tersenyum untuk anak dan istri saya pak, meski rasanya sedih dihati ini tak bisa memberikan nafkah yang memadai buat mereka,” kata sang supir dengan nada pilu.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Saya termenung.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Ada berapa banyak ayah–seperti supir taksi ini–yang menyimpan demikian rapi keresahannya dan tampil begitu tangguh sebagai sosok ayah yang dengan tegar menyatakan dihadapan istri dan anak-anaknya<em>,”Jangan khawatir, biar ayah yang bereskan semuanya”.</em></p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Ada berapa banyak ayah yang tak mampu meredakan keresahannya hingga kemudian membiarkan tangannya berlumur darah, mengambil sesuatu yang bukan haknya, mengorbankan hak orang lain demi menuntaskan rasa gundah dihati. Sementara dirumah, anak dan istri menunggu hingga larut malam kedatangan sang ayah dimana pada saat yang sama lelaki tangguh itu telah dalam keadaan kritis meregang nyawa, babak belur dihajar massa karena kejahatan yang dilakukannya dan hanya tersisa nafas terakhir di atas aspal yang basah oleh darahnya sendiri.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Ada berapa banyak ayah yang terpaksa menukar kehormatannya dengan melakukan korupsi, menipu rekan sekerja, berbuat curang dengan memanipulasi angka-angka demi meredam rasa resah didada hingga “orang-orang dirumah” tak perlu tahu dan bertanya halalkah duit yang dibawa pulang ?</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Tak sedikit pula ayah yang memendam kegusaran dengan mengakhiri hidup diatas tali gantungan seakan-akan itu adalah solusi terakhir mengatasi persoalan.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Batin saya kian tergetar saat sang supir berkata lirih, “Kesedihan itu selalu saya simpan rapat-rapat dihati pak. Saya tak ingin keluarga saya merasakan keresahan yang saya alami dengan menciptakan kegusaran baru pada diri mereka. Tengah malam, saat saya sholat tahajjud, saya mengadukan persoalan ini pada sang Allah SWT. Berharap agar Sang Maha Pencipta melindungi agar jangan sampai saya berada dalam kekufuran akibat keresahan yang saya alami dan memperoleh rezeki yang halal serta layak untuk keluarga keesokan paginya”.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Saya menggigit bibir.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Terbayang kembali ekspresi wajah ayah saya 17 tahun silam. Beliau tak ingin menciptakan kegundahan baru pada diri saya, anak pertamanya, dengan mengambil alih tanggung jawab membayar SPP. Beliau ingin, dengan segala keterbatasan dan kemampuan yang dimiliki, tetap menggenggam tanggung jawab sekaligus keresahan itu sebagai ayah.</p>
<p style="margin:0 0 .5em;padding:0;">Saat mencium pipi kedua anak saya tadi pagi, mata saya berkaca-kaca. Sungguh, saya begitu ingin menjadi ayah yang mampu menyimpan rapi segenap resah dihati ini dengan penuh kesabaran lalu menampilkan senyum merekah. Untuk mereka dan untuk kehidupan yang begitu indah ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/papapiman.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/papapiman.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/papapiman.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/papapiman.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/papapiman.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/papapiman.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/papapiman.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/papapiman.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/papapiman.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/papapiman.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/papapiman.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/papapiman.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/papapiman.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/papapiman.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=35&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/08/buat-para-ayah-yang-menyimpan-resah-dengan-senyum-merekah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c809b12675af746d660786bde5bb4489?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">papapiman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daengbattala.com/wp-content/uploads/2008/09/papakikialya-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">papakikialya-2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Whitney Houston &#8211; Greatest Love of All</title>
		<link>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/08/whitney-houston-greatest-love-of-all/</link>
		<comments>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/08/whitney-houston-greatest-love-of-all/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 00:48:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>papapiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papapiman.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=32&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://papapiman.wordpress.com/2009/10/08/whitney-houston-greatest-love-of-all/"><img src="http://img.youtube.com/vi/1KjpyHX7X-o/2.jpg" alt="" /></a></span>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/papapiman.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/papapiman.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/papapiman.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/papapiman.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/papapiman.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/papapiman.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/papapiman.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/papapiman.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/papapiman.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/papapiman.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/papapiman.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/papapiman.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/papapiman.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/papapiman.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=32&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/08/whitney-houston-greatest-love-of-all/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c809b12675af746d660786bde5bb4489?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">papapiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Easy &#8211; Lionel Richie</title>
		<link>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/08/easy-lionel-richie/</link>
		<comments>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/08/easy-lionel-richie/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 00:29:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>papapiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papapiman.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu lagu favorit saya<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=28&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu lagu favorit saya</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://papapiman.wordpress.com/2009/10/08/easy-lionel-richie/"><img src="http://img.youtube.com/vi/waV741V1MHY/2.jpg" alt="" /></a></span>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/papapiman.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/papapiman.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/papapiman.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/papapiman.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/papapiman.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/papapiman.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/papapiman.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/papapiman.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/papapiman.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/papapiman.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/papapiman.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/papapiman.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/papapiman.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/papapiman.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=28&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/08/easy-lionel-richie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c809b12675af746d660786bde5bb4489?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">papapiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kutipan Spirit Motivasi Dari Mario Teguh</title>
		<link>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/07/kutipan-spirit-motivasi-dari-mario-teguh/</link>
		<comments>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/07/kutipan-spirit-motivasi-dari-mario-teguh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 09:45:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>papapiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papapiman.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Kita menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. Untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus anda takuti. Akan tetapi anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. Maka tumbuhkanlah diri anda dengan kecepatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=14&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:tahoma;font-size:12px;color:#333333;"><span class="insertedphoto"><a href="http://amriltgobel.multiply.com/photos/hi-res/1M/646"><img class="alignmiddleb" src="http://images.amriltgobel.multiply.com/image/FMBacP5G9N18wEYTdGvrLA/photos/1M/300x300/646/2824702575-6e7c06b580.jpg?et=zk4st1unSJ7BzMgyKwWDWg&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></a></span><br />
</span></p>
<p><em>Kita menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. Untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus anda takuti. Akan tetapi anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. Maka tumbuhkanlah diri anda dengan kecepatan apapun itu.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari orang yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah Anda akan mengenal sudut pandang yang baru</em></p>
<p><em> <span id="more-14"></span><br />
</em></p>
<p><em>Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara anda baru</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap anda salah</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang yang berbakat</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik.</em></p>
<p><em>Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang baik, maka andalah yang akan dicari uang</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi orang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memiliki waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan</em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:1.5em;margin:0;"><span style="font-family:'comic sans ms';font-size:medium;"><span style="font-size:16px;"><em><br />
</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:1.5em;margin:0;"><span style="font-family:'comic sans ms';font-size:medium;"><span style="font-size:16px;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Catatan:</span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:1.5em;margin:0;"><span style="font-family:'comic sans ms';font-size:medium;"><span style="font-size:16px;">Kutipan diatas diambil dari <a href="http://wahyuinqatar.wordpress.com/2008/11/16/tips-motivasi-mario-teguh/">blog Wahyu di Qatar</a></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/papapiman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/papapiman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/papapiman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/papapiman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/papapiman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/papapiman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/papapiman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/papapiman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/papapiman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/papapiman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/papapiman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/papapiman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/papapiman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/papapiman.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=14&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/07/kutipan-spirit-motivasi-dari-mario-teguh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c809b12675af746d660786bde5bb4489?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">papapiman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.amriltgobel.multiply.com/image/FMBacP5G9N18wEYTdGvrLA/photos/1M/300x300/646/2824702575-6e7c06b580.jpg?et=zk4st1unSJ7BzMgyKwWDWg&#38;nmid=0" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Memburu Hidup Sesudah Mati</title>
		<link>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/06/memburu-hidup-sesudah-mati/</link>
		<comments>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/06/memburu-hidup-sesudah-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 09:58:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>papapiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papapiman.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. (QS Ali Imran: 169) Atas takdir Allah kaum muslimin di Madinah dihadapkan pada kenyataan bahwa mereka dipertemukan dengan musuh mereka (orang-orang kafir) dalam suatu peperangan besar. Tidak ada pilihan lain bagi kaum muslimin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=21&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki.</em></p>
<p>(QS Ali Imran: 169)</p>
<p>Atas takdir Allah kaum muslimin di Madinah dihadapkan pada kenyataan bahwa mereka dipertemukan dengan musuh mereka (orang-orang kafir) dalam suatu peperangan besar. Tidak ada pilihan lain bagi kaum muslimin kecuali menghadapi peperangan ini, sebagai bagian dari komitmen mereka kepada Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Tapi, ada sebagian dari kaum muslimin yang menolak perintah ini. Mereka adalah orang-orang munafik yang dengan segala macam alasan tidak ikut berperang menghadapi orang kafir.</p>
<p>Dan, pada perang Uhud itu, kaum muslimin mengalami kekalahan akibat kelalaian mereka sendiri.</p>
<p><span id="more-21"></span></p>
<p>Orang-orang munafik (yang tidak ikut berperang) ini kemudian dengan bangga dan sombongnya engatakan kepada saudara-saudara mereka, “andaikan kalian tidak ikut berperang, tentu kalian tidak akan terbunuh dalam peperangan ini.” Mereka seolah-olah puas atas kekalahan kaum muslimin dan senang karena tidak ikut terbunuh dalam perang ini.</p>
<p>Maka Allah menjawab celaan orang-orang munafik ini melalui ayat di atas.</p>
<p>“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki.”</p>
<p>Inilah sekelumit kisah dalam Al-quran yang mengandung banyak hikmah. Orang-orang munafik mengira bahwa orang-orang yang mati dalam peperangan (jihad) adalah sesuatu yang sia-sia. Dan, bisa jadi pola pikir seperti ini yang ada dalam pikiran kita semua. Tapi Allah yang Maha Besar memiliki pandangan lain dengan menyatakan bahwa sesungguhnya orang-orang yang gugur di jalan Allah tidaklah mati tetapi tetap hidup di sisi Allah dengan mendapatkan rizki dari Allah.</p>
<p>Tidakkah kita menginginkan hal ini, hidup di sisi Allah dengan segala kenikmatan dan rizki-Nya? Sesungguhnya inilah kenikmatan terbesar dan hakiki bagi kita. Dan Allah telah membuka jalan bagi kita semua untuk dapat meraihnya, yaitu dengan cara berjuang di jalan Allah.</p>
<p>Pada zaman rasul, ini bisa diwujudkan dengan berperang melawan musuh-musuh Allah, yaitu orang-orang kafir. Namun, bagaimana mewujudkan hal ini di zaman sekarang yang berbeda dengan kondisi pada zaman Rasul?</p>
<p>Tentu saja kita tidak bisa menyamakan kondisi pada zaman Rasul dengan kondisi sekarang. Kita tidak bisa melakukan perang secara terbuka dengan orang kafir sebagaimana Rasul bersama kaum muslimin melakukannya pada masa lalu. Kita tidak bisa menggunakan ayat ini untuk membuat legitimasi atas kekerasan atau peperangan atas nama agama (baca: Islam).</p>
<p>Perjuangan yang kita lakukan saat ini secara fisik tentu saja tidak sama dengan perjuangan dan jihad pada masa Rasul. Bagi mereka di Palestina, berjuang melawan penjajah Israel adalah jihad mereka. Dan, mereka wajib melakukannya. Tapi, bagi kaum muslimin di AS atau di Eropa, tentu saja tidak bisa melakukan perjuangannya dengan berperang melawan orang-orang kafir. Mereka melakukannya dengan syiar dan dakwah Islam. Bukankah demikian?</p>
<p>Begitu juga perjuangan umat Islam di Indonesia (seperti kita) tentu saja memiliki bentuk perjuangannya sendiri. Banyak yang bisa kita lakukan dalam memperjuangkan Islam.</p>
<p>Mari kita renungkan firman allah,</p>
<p>“… bekerjalah kamu maka Allah dan Rasul-Nya akan melihat pekerjaan kamu …”</p>
<p>Saat ini kita dituntut untuk menunjukkan sejauh mana kita berbuat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Dengan “bekerja” itulah kita berjuang di jalan Allah. Tentu saja bekerja disini mempunyai makna yang sangat luas. Dengan bekerja kita dapat bermanfaat bagi orang lain.</p>
<p>Sebagaimana dalam suatu hadis “sebaik-baik kamu adalah yang paling bermanfaat buat manusia (baca: orang lain)”.</p>
<p>Tidakkah kita menginginkan menjadi orang atau hamba yang terbaik di mata Allah dan mendapatkan kenikmatan hidup di sisinya pada kedudukan yang mulia dengan mendapat berkah dan rizki-Nya?</p>
<p>Semoga! amin</p>
<p><strong><em>Diambil dari tulisan</em></strong><a style="color:#0b5eb4;text-decoration:none;" href="http://public.kompasiana.com/2009/07/21/memburu-hidup-sesudah-mati/"><strong><em> Mas Bayu Saptahari di Kompasiana</em></strong></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/papapiman.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/papapiman.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/papapiman.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/papapiman.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/papapiman.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/papapiman.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/papapiman.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/papapiman.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/papapiman.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/papapiman.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/papapiman.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/papapiman.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/papapiman.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/papapiman.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=21&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/06/memburu-hidup-sesudah-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c809b12675af746d660786bde5bb4489?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">papapiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Penganugerah</title>
		<link>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/04/sang-penganugerah/</link>
		<comments>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/04/sang-penganugerah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 10:20:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>papapiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papapiman.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Apa alasanku untuk durhaka kepada-Mu, Allahku Di malam dan siang telingaku mendengar desir lembut suara malaikat-Mu yang mendendangkan nyanyian-Mu yang melezatkan jiwaku Di siang dan malam mripatku menyaksikan rahmat-Mu bertaburan dari langit beribu penjuru. Jika Engkau bukan Sang Maha Tanpa Pamrih pastilah bangkrut aku Jika atas segala anugerah-Mu harus kupersembahkan balasan, maka tiadalah yang akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=26&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa alasanku untuk durhaka kepada-Mu, Allahku</p>
<p>Di malam dan siang telingaku mendengar desir lembut suara malaikat-Mu</p>
<p>yang mendendangkan nyanyian-Mu yang melezatkan jiwaku</p>
<p>Di siang dan malam mripatku menyaksikan rahmat-Mu</p>
<p>bertaburan dari langit beribu penjuru.</p>
<p>Jika Engkau bukan Sang Maha Tanpa Pamrih</p>
<p>pastilah bangkrut aku</p>
<p>Jika atas segala anugerah-Mu harus kupersembahkan balasan,</p>
<p>maka tiadalah yang akan mampu aku persiapkan.</p>
<p>Segala yang tergenggam di tanganku adalah milik-Mu,</p>
<p>bahkan tak juga kumiliki diriku sendiri,</p>
<p>karena Engkaulah Maha Empunya semuanya ini</p>
<p>Maka jika kupasrahkan seluruh jiwa ragaku</p>
<p>bukanlah aku memberikan sesuatu kepada-Mu,</p>
<p>melainkan sekedar menyampaikan hak-Mu.</p>
<p>Dan jika aku memberikan sesuatu kepada keluargaku,</p>
<p>kepada para tetangga dan sekalian orang di dalam jangkauanku,</p>
<p>tak lain itu hanyalah menyalurkan milik-Mu,</p>
<p>agar sampai pada akhirnya ke haribaan-Mu.</p>
<p>Apa alasanku untuk durhaka kepada-Mu, Allahku</p>
<p>Engkau Maha Memberi, tanpa meminta:</p>
<p>aku lah yang membutuhkan penyerahan segala sesuatu ke hadapan-Mu.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Emha Ainun Nadjib,</strong></p>
<p><strong>Dari Buku &#8220;Syair-syair Asmaul Husna&#8221;</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/papapiman.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/papapiman.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/papapiman.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/papapiman.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/papapiman.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/papapiman.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/papapiman.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/papapiman.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/papapiman.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/papapiman.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/papapiman.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/papapiman.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/papapiman.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/papapiman.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=26&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/04/sang-penganugerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c809b12675af746d660786bde5bb4489?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">papapiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membaca Kasih Sayang Allah</title>
		<link>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/01/membaca-kasih-sayang-allah/</link>
		<comments>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/01/membaca-kasih-sayang-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 16:10:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>papapiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papapiman.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[“Dan Dia (Allah) Telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim lagi sangat mengingkari (kufur nikmat)“. (Ibrahim: 34) Membaca merupakan perintah pertama Allah dalam Al-Qur’an yang ditujukan langsung kepada manusia pilihan-Nya, Rasulullah saw. melalui wahyu pertama ‘Iqra’ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=12&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://images.adialamanda.multiply.com/image/+2uQIXTmZ-Z-d99DpBPydw/photos/1M/300x300/5/kaligrafi-10.jpg?et=lreoQVQjJAXCfj5WTFeDcA&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;"> </span></span></span></strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">“</span></span></span><em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">Dan Dia (Allah) Telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim lagi sangat mengingkari (kufur nikmat)</span></span></span></em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">“. (Ibrahim: 34)</span></span></span></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">Membaca merupakan perintah pertama Allah dalam Al-Qur’an yang ditujukan langsung kepada manusia pilihan-Nya, Rasulullah saw. melalui wahyu pertama </span></span></span><em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">‘Iqra’</span></span></span></em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;"> (bacalah) dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan’ (Al-Alaq: 1). Membaca di sini harus difahami dalam arti yang luas karena memang objek membaca dalam wahyu pertama tersebut tidak dibatasi dan tidak ditentukan; Bacalah! Berarti beragam yang layak dan harus dibaca. Salah satu objek terbesar yang harus dibaca adalah kasih sayang Allah swt. yang terhampar di seluruh jagat raya ini tanpa terkecuali. Semuanya adalah bukti dan tanda kasih sayang Allah swt. untuk seluruh makhluk ciptaan-Nya.</span></span></span></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">Untuk itu, ayat di atas hadir untuk mengingatkan manusia akan kasih sayang Allah swt. yang memberikan segala yang dibutuhkan, sekaligus merupakan perintah untuk senantiasa membaca karunia tersebut agar tidak termasuk orang yang zalim, apalagi kufur nikmat seperti yang disebutkan di kalimat terakhir ayat tersebut di atas </span></span></span><em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">‘Sesungguhnya manusia itu sangat zhalim lagi sangat ingkar nikmat.’</span></span></span></em></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;"><span id="more-12"></span><br />
</span></span></span></em></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">Tentu, ayat ini tidak berdiri sendiri seperti juga seluruh ayat-ayat Al-Quran. Setiap ayat memiliki keterkaitan dan korelasi dengan ayat sebelum atau sesudahnya yang menunjukkan </span></span></span><em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">wahdatul Qur’an</span></span></span></em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;"> kesatuan dan kesepaduan ayat-ayat Al-Qur’an, termasuk ayat di atas ini harus dibaca dengan mengkorelasikannya dengan dua ayat sebelumnya yang menggambarkan sekian banyak dari nikmat Allah swt. yang harus dibaca dengan penuh kesadaran:</span></span></span></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">“Allahlah Yang telah menciptakan langit dan bumi serta menurunkan air hujan dari langit, Kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia pula telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. </span></span></span></em><em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.”</span></span></span></em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;"> (Ibrahim: 32-33)</span></span></span></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">Ayat yang senada dengan ayat di atas dalam bentuk tantangan Allah kepada seluruh makhluk-Nya sekaligus perintahNya untuk membaca hamparan karunia nikmat-Nya yang tiada terhingga adalah surah An-Nahl: 18</span></span></span></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”</span></span></span></em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;"> Dalam penutup ayat ini Allah swt. hadir dengan dua sifat yang merupakan puncak dari kasih sayang-Nya, yaitu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’.</span></span></span></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">Ibnu Katsir mengungkapkan penafsirannya dalam kitab Tafsir </span></span></span><em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">Al-Qur’an Al-Azhim</span></span></span></em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;"> bahwa selain dari perintah Allah untuk membaca nikmat Allah, pada masa yang sama merupakan sebuah pernyataan akan ketidak berdayaan hamba Allah swt. dalam menghitung nikmat-Nya, apalagi menjalankan kesyukuran karenanya, seperti yang dinyatakan oleh Thalq bin Habib:</span></span></span></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">“Sesungguhnya hak Allah sangat berat untuk dipenuhi oleh hamba-Nya. Demikian juga nikmat Allah begitu banyak untuk disyukuri oleh hamba-Nya. Karenanya mereka harus bertaubat siang dan malam.”</span></span></span></em></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">Membaca kasih sayang Allah merupakan langkah awal mensyukuri nikmat-Nya. Untuk membuktikan bahwa seseorang telah melakukan syukur nikmat, paling tidak terdapat empat langkah yang harus dipenuhinya:</span></span></span><strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">pertama</span></span></span></strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">, Mengekpresikan kegembiraan dengan kehadiran nikmat tersebut. </span></span></span><strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">Kedua</span></span></span></strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">, Mengapresiasikan rasa syukur atas nikmat tersebut dengan ungkapan lisan dalam bentuk pujian. </span></span></span><strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">Ketiga</span></span></span></strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">, membangun komitmen dengan memelihara dan memanfaatkan nikmat tersebut sesuai dengan kehendak Sang Pemberi nikmat.</span></span></span><strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">Keempat</span></span></span></strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">, Mengembangkan dan memberdayakannya agar melahirkan kenikmatan yang lebih besar di masa yang akan datang sesuai dengan janji Allah swt. dalam firman-Nya:</span></span></span></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">“Jika kalian bersyukur maka akan Aku tambahkan nikmat-Ku kepadamu.”</span></span></span></em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;"> (Ibrahim: 7) Di sini kesyukuran justru diuji apakah dapat membuahkan kenikmatan yang lain atau malah sebaliknya, menghalangi hadirnya nikmat Allah swt. dalam bentuk yang lainnya.</span></span></span></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">Ternyata memang mega proyek Iblis terhadap manusia adalah bagaimana menjauhkannya dari kasih sayang Allah swt. sehingga mereka senantiasa hanya membaca ujian dan cobaan yang menimpanya agar mereka tidak termasuk kedalam golongan yang mensyukuri nikmat-Nya. Padahal secara jujur, kasih sayang Allah swt. dalam bentuk anugerah nikmat-Nya pasti jauh lebih besar daripada ujian maupun sanksi-Nya. Di sini, kelemahan manusia membaca nikmat merupakan keberhasilan proyek iblis menyesatkan manusia. Allah menceritakan tentang proyek</span></span></span></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">Iblis dalam firman-Nya:</span></span></span></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">“Iblis menjawab: “Karena Engkau Telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan </span></span></span><strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.</span></span></span></strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">“</span></span></span></em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;"> (Al-A’raf: 16-17)</span></span></span></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">Dalam konteks ini, sungguh usaha dan kerja Iblis tidak main-main. Ia akan memperdaya manusia dari seluruh segmentasi dan celah kehidupannya tanpa terkecuali. Dalam bahasa Prof. Mutawalli Sya’rawi, </span></span></span><em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">“Syaitan akan datang kepada manusia dari titik lemahnya (ya’tisy Syaithan min nuqthah dha’f lil insan).”</span></span></span></em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;"> Jika manusia kuat dari aspek harta, maka ia akan datang melalui pintu wanita. Jika ia kuat pada pintu wanita, ia akan datang dari pintu jabatan dan begitu seterusnya tanpa henti. Sehingga akhirnya hanya segelintir manusia yang akan selamat dari bujuk rayu syetan dan menjadi pribadi yang bersyukur. Allah swt. pernah berpesan kepada Nabi Daud dan keluarga-Nya agar mewaspadai hal tersebut dalam firman-Nya: </span></span></span><em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">“Bekerjalah Hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). dan </span></span></span><strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih (bersyukur).</span></span></span></strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">“</span></span></span></em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;"> (Saba’: 13)</span></span></span></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">Memang hanya sedikit sekali yang cerdas dan bijak membaca kasih sayang Allah swt. Selebihnya adalah manusia yang suka berkeluh kesah, mengeluh dan tidak bersyukur atas karunia nikmat yang ada. Bahkan kerap menyalahkan orang lain, su’uzhan dan berprasangka buruk kepada Allah. Padahal kebaikan dan pahala sikap syukur itu akan kembali kepada dirinya sendiri, bukan kepada orang lain. Karenanya ujian kesyukuran itu akan terus menyertai manusia sampai Allah benar-benar tahu siapa yang bersyukur diantara hamba-Nya dan siapa di antara mereka yang kufur. ‘</span></span></span><em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan yang sedikit.</span></span></span></em><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:'lucida sans unicode', lucida;"><span style="color:#000000;">‘ Allahu a’lam</span></span></span></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><span style="font-family:'lucida sans unicode';font-size:medium;"><span style="font-size:16px;"><span style="color:#000000;"><br />
</span></span></span></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><span style="font-family:'lucida sans unicode';font-size:medium;"><span style="font-size:16px;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#000000;">Catatan:</span></span></strong></span></span></p>
<p style="line-height:1.3em;margin:0;padding:0 0 10px;"><span style="font-family:'lucida sans unicode';font-size:medium;"><span style="font-size:16px;"><span style="color:#000000;">Tulisan diatas dikutip dari website </span><a style="color:#b0b063;text-decoration:none;font-weight:bold;" href="http://www.dakwatuna.com/2009/membaca-kasih-sayang-allah-2/"><span style="color:#000000;">Dakwatuna dot com (Tulisan dari Bapak DR.Attabiq Luthfi, MA</span></a></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/papapiman.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/papapiman.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/papapiman.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/papapiman.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/papapiman.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/papapiman.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/papapiman.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/papapiman.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/papapiman.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/papapiman.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/papapiman.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/papapiman.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/papapiman.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/papapiman.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=12&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/01/membaca-kasih-sayang-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c809b12675af746d660786bde5bb4489?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">papapiman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.adialamanda.multiply.com/image/+2uQIXTmZ-Z-d99DpBPydw/photos/1M/300x300/5/kaligrafi-10.jpg?et=lreoQVQjJAXCfj5WTFeDcA&#38;nmid=0" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sedikit Belajar, Sedikit Lupa, Banyak Belajar, Banyak Lupa, Supaya Tidak Pernah Lupa, Jangan Pernah Belajar</title>
		<link>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/01/sedikit-belajar-sedikit-lupa-banyak-belajar-banyak-lupa-supaya-tidak-pernah-lupa-jangan-pernah-belajar/</link>
		<comments>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/01/sedikit-belajar-sedikit-lupa-banyak-belajar-banyak-lupa-supaya-tidak-pernah-lupa-jangan-pernah-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 11:52:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>papapiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papapiman.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[To be continued<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=9&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>To be continued</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/papapiman.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/papapiman.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/papapiman.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/papapiman.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/papapiman.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/papapiman.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/papapiman.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/papapiman.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/papapiman.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/papapiman.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/papapiman.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/papapiman.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/papapiman.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/papapiman.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=papapiman.wordpress.com&amp;blog=9736495&amp;post=9&amp;subd=papapiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papapiman.wordpress.com/2009/10/01/sedikit-belajar-sedikit-lupa-banyak-belajar-banyak-lupa-supaya-tidak-pernah-lupa-jangan-pernah-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c809b12675af746d660786bde5bb4489?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">papapiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
